Blog ini tidak dibuat oleh seorang Saksi Yehuwa. Blog ini membahas ajaran Saksi Yehuwa dengan menggunakan publikasi dan Alkitab. Ditujukan kepada siapa saja yang berhati tulus dan ingin memeriksa kebenaran pengajaran Saksi Yehuwa.
Tampilkan postingan dengan label Tritunggal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tritunggal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 September 2010

Bapa adalah Allah senior, Yesus adalah Allah yunior: Bukti nyata ajaran politheisme

“Maka, bila Alkitab menyebut Allah sebagai “Bapa” dari Yesus, ini memaksudkan tepat seperti yang dikatakannya—bahwa mereka adalah dua pribadi yang terpisah. Allah yang senior. Yesus yang yunior—dalam hal waktu atau umur, kedudukan, kuasa, dan pengetahuan.” (*** ti hlm. 16 Apa yang Alkitab Katakan mengenai Allah dan Yesus? ***)

Juga dikatakan bahwa Yesus adalah “allah yang lebih rendah”

“This rendering is strongly criticized by some, since it appears to make the Word (Jesus in his prehuman existence) a lesser god and not God Almighty himself.” (*** g72 5/22 p. 27 Is It Grammar or Interpretation? ***)

Menara Pengawal mengajarkan ini untuk menghindari doktrin Tritunggal di Yoh. 1:1, dengan menyebut Yesus “suatu allah”.

Ajaran Menara Pengawal ini luar biasa berbahaya karena entah kita sadari atau tidak, kita akan memiliki dua A/allah: yang satu Allah yang besar, yang satu allah yang lebih kecil. Nah, jadilah kita politheis (percaya kepada lebih dari satu Allah).

Ajaran ini ada kemiripannya dengan ajaran mitologi Yunani, di mana ada Allah besar dan allah-allah kecil (menarik, di sisi lain Menara Pengawal mati-matian menuduh Tritunggal itu berasal dari konsep dewa-dewa kafir).

“Dewa tertinggi orang Yunani yang politeistis, padanan dewa Yupiter orang Romawi. Zeus adalah dewa langit dan dianggap dapat mengendalikan angin, awan, hujan, serta guntur, dan ia menggunakan kekuasaannya atas kekuatan-kekuatan alam itu untuk tujuan yang destruktif dan juga yang bermanfaat. Penyair kuno bernama Homerus (The Iliad, VIII, 1-25) menggambarkan bahwa kekuatan Zeus melebihi kekuatan gabungan semua dewa lain.” (*** it-2 hlm. 1360 Zeus ***)

Jadi, apakah Saudara percaya akan dua A/allah?

Apakah “satu-satunya yang diperanakkan” itu bermakna seperti yang kita pahami pada zaman sekarang ini?

“Selain itu, mengapa Alkitab menggunakan kata Yunani yang sama untuk “satu-satunya yang diperanakkan” (seperti diakui oleh Vine tanpa penjelasan apapun) untuk menggambarkan hubungan antara Ishak dengan Abraham? Ibrani 11:17 menyebut Ishak sebagai “anaknya [Abraham] yang tunggal,” atau dalam bahasa Inggris “anak satu-satunya yang diperanakkan.” Tidak mungkin ada keraguan bahwa dalam hal Ishak, ia satu-satunya yang diperanakkan dalam arti yang normal, tidak sama dalam umur atau kedudukkan dengan ayahnya.” (*** ti hlm. 15 Apa yang Alkitab Katakan mengenai Allah dan Yesus? ***)

Di atas adalah kutipan dari brosur Tritunggal, yang saya yakin, pasti sudah dibaca seluruhnya oleh Saudara-saudari Saksi. Apakah alasan Menara Pengawal itu benar?

Saya rasa tidak. Malahan saya rasa ayat di atas justru membuktikan bahwa “Anak Allah itu Allah”*.

Kata-kata Yunani yang sama digunakan untuk menjelaskan hubungan Abraham dan Ishak. Apakah Abraham adalah manusia? Apakah Ishak, yang “satu-satunya yang diperanakkan”, juga adalah manusia? Apakah Abraham dan Ishak sehakikat (sama-sama manusia)? Atau Abraham ‘lebih manusia’ daripada Ishak?

Mari kita coba bandingkan:

- Abraham adalah manusia, Ishak yang merupakan anak “satu-satunya yang diperanakkan” juga adalah manusia.

- Bapa adalah Allah, Yesus yang merupakan anak “satu-satunya yang diperanakkan” juga adalah Allah.

*maksudnya, Anak Allah itu bersifat Allah, bukan “Anak Allah adalah Bapa”. Anak berbeda dari Bapa, tapi keduanya sehakikat: sama-sama Allah.

Jumat, 03 September 2010

Apakah memang Yoh. 17:3 mengajarkan demikian?

(Yohanes 17:3) Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus.

Apakah ayat di atas memang mengajarkan bahwa hanya Bapa saja yang adalah Allah yang benar, sehingga Yesus bukan Allah?

Sama sekali tidak.

Untuk lebih mempermudah pemahaman, kita akan menggunakan versi Inggrisnya (NWT)

(John 17:3) This means everlasting life, their taking in knowledge of you, the only true God, and of the one whom you sent forth, Jesus Christ.

Apakah Saudara menyadari perbedaan kedua di bawah ini”?
A. Father, the only true God (Bapak, satu-satunya Allah yang benar)
B. only Father, the true God (hanya Bapak, Allah yang benar)

Pada (A), dikatakan bahwa Bapa, “the only true God”. Sebenarnya Tritunggal tidak memiliki masalah dengan ini. maksudnya, mengapa dikatakan “the only true God”? Jika ada Allah yang benar, pasti ada allah yang salah. Berarti ayat ini sedang membedakan Bapak sebagai Allah yang benar, yang berbeda dengan allah palsu.

Menarik, kata “benar” (“true”) pada “satu-satunya Allah yang benar”, juga dijelaskan Leksikon Thayer sebagai “true genuine … opposite to what is fictitious, counterfeit, imaginary, simulated or pretended” (terj. benar-benar asli … bertentangan dengan apa yang fiktif, tiruan, imajinasi, simulasi atau yang berpura-pura). Pengertian ini sangat cocok dengan penjelasan di atas: di dunia ini ada banyak allah-allah, tetapi hanya ada satu Allah yang benar.

Jadi, Bapa adalah “satu-satunya Allah yang benar”, maksudnya Bapa itu bukan allah yang palsu. Sama sekali tidak bertentangan dengan Tritunggal. Tritunggal percaya bahwa Bapa adalah Allah yang benar (seperti halnya juga Yesus dan Roh Kudus).

Argumentasi Menara Pengawal didasarkan atas pemahaman (B), “only Father, the true God”, yang ternyata tidak dikatakan dalam Alkitab. Kalau memang di Alkitab tertulis “hanya dirimu, Allah yang benar” atau “hanya Bapa, Allah yang benar”, maka ini jelas membantah Tritunggal. Tetapi, di Alkitab tidak menulis (B), melainkan (A).

Jadi, ayat ini tak dapat digunakan untuk membantah Tritunggal. Pengunaan ayat ini untuk membantah Tritunggal berasal dari pemahaman yang keliru mengenai ayat ini (menggunakan poin B).

Yoh. 17:3 – Lantas, Siapakah Yesus?

Menara Pengawal mengajarkan bahwa hanya Bapak saja yang adalah Allah, jadi, siapakah Yesus?

w08 1/11 hlm. 25

Firman itu adalah suatu allah, bukan Allah Yang Mahakuasa.

Menurut Saksi Yehuwa, Yesus adalah “suatu Allah”.

Jadi dari sini kita dapati ada dua pribadi:

A. Bapak = Allah
B. Yesus = suatu allah

Ada suatu diskusi menarik mengenai ini:

Kristen: menurut Yoh. 17:3, ada berapa Allah yang benar?

SY: Hanya satu: Yehuwa Bapa adalah “satu-satunya Allah yang benar”.

Kristen: Cukup benar. Sekarang, apakah Saudara setuju bahwa apapun yang bukan benar, adalah salah?

SY: Ya, saya rasa demikian.

Kristen: Jadi, jika hanya ada satu Allah yang benar, semua allah-allah lain pastilah allah-allah yang palsu, bukan?

SY: Ya, saya mengerti itu.

Kristen: Sekarang, menurut Yoh. 1:1 dalam TDB, Yesus adalah suatu allah. Apakah Saudara setuju dengan itu?

SY: Tentu.

Kristen: Baiklah, kalau begitu, apakah Yesus adalah allah yang benar atau allah yang palsu?

SY: hmm… Saya tidak tahu.

Kristen: Dia pasti bukan allah yang palsu, bukan? Karena itu akan berarti rasul Yohanes akan salah karena dengan keliru menghormati Yesus sebagai suatu allah. Maka, Ia haruslah allah yang benar. Tetapi Yehuwa adalah satu-satunya Allah yang benar. Sehingga, Yesus pastilah Yehuwa***.




*Yesus adalah Yehuwa, tetapi Yesus bukanlah Bapa. Mungkin ada dari Saudara yang baru mendengar ini, untuk penjelasan lebih lengkap, dapat dibaca di sini


**(diadaptasi dari tulisan Robert Bowman)

Bukti lain dari Yoh. 17

Yoh. 17:3 adalah ayat yang sangat sering digunakan untuk membuktikan bahwa Yesus bukanlah Allah. Tetapi tahukah Saudara bahwa 7 ayat dari ayat ini berkata bahwa semua milik Yesus adalah milik Bapak dan milik Bapak adalah milik Yesus.

(Yohanes 17:10) dan segala milikku adalah milikmu dan milikmu adalah milikku, dan aku telah dimuliakan di antara mereka.

Jika Yesus hanyalah malaikat ciptaan, siapakah Ia sehingga ia berani mengatakan bahwa milik Allah adalah miliknya?

Mungkin Saudara memberikan alasan bahwa Yesus adalah “pekerja ahli”, sehingga Ia pantas memiliki apa yang Bapak miliki. Jika Saudara berpikir demikian, setujukah Saudara bahwa seseorang yang hanya merupakan “pekerja ahli” sama sekali tidak mungkin memiliki semua yang dimiliki majikannya?

Sabtu, 21 Agustus 2010

Apakah Yesus yang sulung berarti Ia diciptakan yang pertama kali (Kol. 1:15)?

Kolose 1:15

Dia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari antara semua ciptaan;

Apakah benar bahwa Yesus “yang sulung”, berarti dia diciptakan yang pertama kali?

Pertama, “sulung” dalam Alkitab tidak selalu berarti “yang berurutan nomor satu” (misalkan anak sulung), tetapi juga dapat berarti “yang terutama”.

Contohnya ada di Yer. 31:9 dan Kej. 41:51-52, di mana Efraim yang adalah anak kedua Yusuf disebut sebagai anak yang sulung.

Contoh lainnya adalah “anak sulung kematian” Ayub 18:12-13 yang berarti “penyakit yang paling mematikan” (referensi dalam NWT [tidak muncul di TDB])

Jadi, makna “sulung” tidak selalu berarti “yang berurutan nomor satu”, tetapi juga dapat bermakna “yang terutama”.

Lantas, dalam Kolose 1:15, makna manakah yang tepat? Apakah “yang berurutan nomor satu” atau “yang terutama”?

Jawabannya kita temukan dengan mudah jika kita tidak hanya membaca ayat 15-nya saja. Tetapi jika kita teruskan pembacaan hingga ayat 18:

"dan dia adalah kepala dari tubuh, yaitu sidang jemaat. Dia adalah yang AWAL, yang sulung dari antara orang mati, agar dia menjadi pribadi yang pertama dalam segala perkara."

Dikatakan bahwa Yesus adalah “kepala dari tubuh”: tentu saja di sini menekankan makna “keutamaan”

Menarik, kata “awal” yang digunakan di sini adalah arche, juga dapat berarti pemimpin, penguasa, yang menunjukkan indikasi “keutamaan”, kata yang sama yang digunakan dalam Peny. 3:14.

“Dia menjadi pribadi yang pertama dalam segala perkara” menunjuk kepada keutamaan Yesus, di mana dalam semua perkara, Yesus itu nomor satu utamanya.

Kedua, jika memang Paulus ingin mengatakan bahwa Yesus diciptakan pertama kali, Paulus dapat memilih kata bahasa Yunani yang maknanya akan jauh lebih jelas dan tidak dapat dipermasalahkan lagi, yakni ‘protoktisis’ (first created, yang diciptakan pertama kali)

Sabtu, 14 Agustus 2010

“Dua Tuan” dalam ajaran Menara Pengawal vs “Satu Tuan” (1 Kor. 8:6)

1 Korintus 8:5-6

Karena meskipun ada yang disebut ”allah-allah”, baik itu di surga maupun di bumi, sebagaimana ada banyak ”allah” dan banyak ”tuan”, sesungguhnya bagi kita hanya ada satu Allah, sang Bapak, yang darinya segala sesuatu ada, dan kita, untuk dia; dan ada satu Tuan, Yesus Kristus, yang melalui dia segala sesuatu ada, dan kita, melalui dia.


Apakah benar ayat di atas mengajarkan bahwa Bapalah “satu Allah”, sehingga Yesus bukan Allah?

Jika Saudara menjawab “ya”, apakah Saudara setuju bahwa Yesus adalah “satu Tuan”, dan Bapa bukan Tuan (bandingkan dengan Mat 11:25; Pny 4:11)?

Nah, apabila Saudara percaya bahwa “Bapa adalah Tuan”:
(1) Yesus adalah Tuan (menurut ayat 1 Kor. di atas)
(2) Bapa adalah Tuan (Mat 11:25; Pny 4:11)
-->bukankah berarti kita akan memiliki dua Tuan?

Bukankah jika kita memiliki dua Tuan, maka otomatis kita akan bertentangan dengan 1 Kor. 8:6, karena di sana dengan jelas dikatakan bahwa hanya ada “satu Tuan”?

Ajaran Tritunggal sama sekali tidak mengalami permasalahan dalam memahami “dua Tuan” ini, karena dalam Tritunggal, hanya ada Bapa dan Yesus adalah "satu Tuan". Sama sekali tidak masalah dengan ayat ini.

Tetapi saya masih bingung bagaimana ayat ini dijelaskan dengan pengajaran Menara Pengawal, karena akan ada dua Tuhan, dan kemudian, bertentangan dengan 1 Kor. 8:6.

Apakah Saudara dapat membantu saya memahami ayat ini dengan pengajaran Menara Pengawal? Saya senang menerima komentar dari Saudara.

Seperti apakah doktrin Tritunggal itu?

Tentunya kita sudah mengetahui betapa banyaknya tuduhan Menara Pengawal terhadap doktrin yang satu ini. Pada saat-saat yang lalu kita telah mengetahui dari publikasi itu sendiri, bagaimana Menara Pengawal mendefinisikan Tritunggal. Yang sangat disayangkan, Menara Pengawal paling sering mencampurkan pengertian Tritunggal dengan Modalisme.

Maka itu, tidak aneh, jika banyak Saksi Yehuwa mengatakan bahwa ini adalah doktrin yang membingungkan.

Sekarang kita akan mempelajari apa itu doktrin Tritunggal sebenarnya. Kali ini tidak akan dibahas banyak ayat, melainkan beberapa contoh ayat saja, karena tujuan utama tulisan ini adalah untuk memberikan pengertian yang benar tentang apa itu doktrin Tritunggal.

rs hlm. 392

Menurut Kredo Athanasia, ada tiga Pribadi ilahi (Bapak, Putra, Roh Kudus), masing-masing dikatakan kekal, mahakuasa, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, setiap pribadi dikatakan sebagai Allah, tetapi semuanya adalah satu Allah

Ya, jadi dalam Tritunggal, dipahami bahwa ada tiga pribadi ilahi, Bapak, Putra, dan Roh Kudus. Jika disebut “tiga pribadi” jelas berarti ada tiga pribadi yang berbeda (maksudnya, Bapak bukanlah Yesus, bukanlah Roh Kudus).

Harus kita bedakan dengan Modalisme, yang mengajarkan satu Allah dalam tiga perwujudan (bukan ‘pribadi’), dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut:

w02 15/5 hlm. 30

...Yesus hanyalah manifestasi lain dari Bapak dan tidak ada perbedaan antara Bapak dan Putra. Teori ini, yang dikenal sebagai modalisme, menduga bahwa Allah menyatakan diri-Nya ”sebagai Bapak dalam Penciptaan dan sewaktu memberikan Hukum, sebagai Putra dalam Yesus Kristus, dan sebagai Roh Kudus setelah kenaikan Kristus”

Pernahkah Saudara mendengar ilustrasi Tritunggal dengan mengambil umpama air, es, dan uap? Sebenarnya daripada menjelaskan Tritunggal, ilustrasi tersebut menjelaskan Modalisme dengan sangat baik. H20 memiliki tiga perwujudan, yakni air, es, dan uap. Ini bukanlah Tritunggal.

Atau mungkin Saudara pernah mendengar yang lainnya memberikan contoh seorang pria yang di rumah adalah suami dan ayah, tetapi di kantor adalah direktur? Lagi-lagi, ilustrasi ini adalah ilustrasi Modalisme, bukan Tritunggal.

Kita perlu membedakan Tritunggal dan Modalisme, karena banyak dari kita yang mungkin tak dapat membedakannya. Jangankan kita, Menara Pengawal yang mengklaim diri “menerbitkan publikasi-publikasi Alkitab yang merupakan hasil riset yang baik” (w94 1/5 hlm. 7) bahkan tak dapat membedakan keduanya.

Oleh karena itu, jangan heran jika ketika sedang membantah Tritunggal, Menara Pengawal malahan memberikan bantahan untuk menentang Modalisme. Berikut kutipan buku pegangan Saksi Yehuwa, buku “Bertukar Pikiran”, yang berisi persiapan untuk menghadapi komentar-komentar umum masyarakat.

rs hlm. 394 - hlm. 395

Apakah Alkitab setuju dengan mereka yang mengajarkan bahwa Bapak dan Putra bukan dua pribadi yang terpisah dan berbeda?
Mat. 26:39… (Andai kata Bapak dan Putra bukan dua pribadi yang berbeda, doa seperti ini tidak akan ada artinya. Jika demikian, Yesus berdoa kepada dirinya sendiri, dan kehendaknya sendiri seharusnyalah menjadi kehendak Bapaknya.)
Yoh. 8:17, 18, .. (Jadi, Yesus dengan tegas mengatakan bahwa ia adalah pribadi yang terpisah dan berbeda dengan sang Bapak.)

Jika kita telah tahu definisi Tritunggal yang benar, tentu saja kita akan merasa bahwa Menara Pengawal salah sasaran pada kutipan di atas, karena mereka sedang membantah Modalisme, bukan Tritunggal.

Lebih disayangkan lagi, Menara Pengawal juga menggunakan Ulangan 6:4 untuk menentang Tritunggal. Padahal ayat ini sama sekali tidak membantah Tritunggal. Tritunggal percaya pada satu Allah. Harus dapat kita bedakan dengan Tritheis, yang percaya kepada tiga Allah. Jadi, Ulangan 6:4 sama sekali tidak menjadi masalah bagi Tritunggal, tetapi menjadi masalah bagi Tritheis.

Jadi, apakah selama ini Saudara giat menentang Tritunggal sambil Saudara sendiri tidak tahu apa yang sedang Saudara bantah?