Blog ini tidak dibuat oleh seorang Saksi Yehuwa. Blog ini membahas ajaran Saksi Yehuwa dengan menggunakan publikasi dan Alkitab. Ditujukan kepada siapa saja yang berhati tulus dan ingin memeriksa kebenaran pengajaran Saksi Yehuwa.
Tampilkan postingan dengan label Ketakjujuran HAPKT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketakjujuran HAPKT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Juni 2010

Ketidakjujuran dalam “Haruskah Anda Percaya kepada Tritunggal” > Adolf Harnack


Penulis “Outlines of the History of Dogma” bernama Adolf Harnack. Siapakah dia?

Ternyata ia adalah seorang profesor teologi yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah, tetapi Yesus hanyalah seorang rabi Yahudi.

To Adolf Harnack, German theologian and professor of theology, Jesus was not God in the flesh, but just another Jewish rabbi. (*** w60 8/1 p. 476 Christendom’s God-Man ***)

Pada kutipan lebih lengkapnya, ia disejajarkan dengan dua teolog yang ternyata bertentangan dengan Alkitab.

An eminent professor, Dr. Charles A. Briggs, who was also a priest of the Protestant Episcopal Church, taught that the virgin birth was only a “minor matter connected with the Incarnation . . . [that it] cannot be so essential as many people have supposed.” To Adolf Harnack, German theologian and professor of theology, Jesus was not God in the flesh, but just another Jewish rabbi. Otto Pfleiderer, German Protestant theologian and professor ordinarius of theology, was amazed at the “countless parallels in the legends of pagan heroes and Christian saints,” including that of Jesus Christ. (*** w60 8/1 p. 476 Christendom’s God-Man ***)

Mengapa Menara Pengawal mengutip dari teolog yang nyata-nyatanya tidak sesuai dengan Alkitab seperti Adolf?

Ketidakjujuran dalam “Haruskah Anda Percaya kepada Tritunggal” > Rylands Bulletin (III)


Apa yang sebenarnya dikatakan Karl Rahner?
“Karl Rahner, seorang teolog Katolik Roma yang terkemuka, menganggap bahwa ada penerapan-penerapan “theos” kepada Kristus yang dapat dipercaya dalam enam teks (Roma 9.5f; Yoh. i.1,18; xx.28; 1 Yoh. v.20; dan Titus ii.13). Akan tetapi, Rahner segera mengatakan bahwa dalam ayat-ayat tersebut the·os′ tidak pernah digunakan sedemikian rupa sehingga menyatakan Yesus sama dengan Dia yang di tempat lain dalam Perjanjian Baru disebut sebagai ‘ho Theos,’ yaitu, Allah Yang Paling tinggi.”

Apakah Rahner adalah seorang yang percaya Tritunggal?
Ya, tulisannya The Trinity sangat terkenal di kalangan pakar Alkitab.
Ia mengajarkan “economic” Trinity dan “immanent” Trinity.
“immanent” Trinity menunjuk pada keberadaan misterius dari ketiga pribadi ilahi. Jadi, Karl percaya akan Tritunggal.
Kutipan Menara Pengawal mengesankan bahwa Karl tidak percaya Tritunggal.
Rahner’s ‘basic thesis’ which he says establishes the connection between various dogmatic treatises and ‘which presents the Trinity as a mystery of salvation’ is, ‘The “economic” Trinity is the “immanent” Trinity and the “immanent” Trinity is the “economic” Trinity’ (21-22, also 23, 24).[18] The economic Trinity refers to God’s action and presence in the economy of salvation (‘oikonomia’, οίκονομία), or God ad nos (‘God-for-us’), whilst the immanent Trinity refers to the mysterious existence together of the three divine persons in their eternal life, or God’s life in se (‘theologia’, θεολογία).

(Australian E-Journal of Theology, Maret 2007, http://dlibrary.acu.edu.au/research/theology/ejournal/aejt_9/battaglia.htm)


Kutipan Menara Pengawal cenderung menipu pembaca dengan mengesankan bahwa Karl tidak percaya Tritunggal.

Ketidakjujuran dalam “Haruskah Anda Percaya kepada Tritunggal” > Edmund Fortman (III)

Apa yang sebenarnya dikatakan Fortman pada kutipan pertamanya?


The spirit of Yahweh was often described in personal terms. The spirit was grieved, guided men, instructed them, caused them to rest (Ps 143.10; Neh 9.20; Is 63.10, 14). But it seems quite clear that the Jews never regarded the spirit as a person; nor is there any solid evidence that any Old Testament writer held this view. A few scholars today maintain, however, that even though the spirit is usually presented as an impersonal divine force, there is an under-lying assumption that the spirit was a conscious agent, which 'provided a climate in which plurality within the Godhead was conceivable." (The Triune God, Edmund Fortman, p6)

[terjemahannya]

Roh Yahweh sering dijelaskan dalam istilah-istilah pribadi. Roh itu didukakan, membimbing orang, memerintahkan mereka, membuat mereka istirahat (Mzm. 143.10; Neh. 9.20; Yes. 63.10, 14). Tetapi kelihatannya cukup jelas bahwa orang-orang Yahudi tidak pernah menganggap roh itu sebagai suatu pribadi; juga tidak ada bukti yang kuat bahwa ada penulis Perjanjian Lama yang menganut pandangan ini. Beberapa pakar saat ini percaya bahwa walaupun roh selalu dipresentasikan sebagai tenaga ilahi yang bukan pribadi, [tetapi] ada asumsi yang mendasar bahwa roh itu adalah agen yang sadar, yang memberikan kondisi yang di dalamnya kejamakan dalah Keallahan menjadi dapatdibayangkan.”


Apa yang sebenarnya dikatakan Fortman pada kutipannya yang kedua?


The Holy Spirit is usually presented in the Synoptics and in Acts as a divine force or power. But in a few passages the sacred writers leave a vivid impression that for them He was someone distinct from both Father and Son with a distinct personal existence. In both Synoptics and Acts there are traces of the triadic pattern of Father. Son, and Holy Spirit. The clearest expression of this pattern is found in the baptismal formula where Matthew presents the three together as at once a triad and a unity. (The Triune God, p. 15)

[terjemahannya]

“Roh Kudus biasanya dinyatakan dalam Sinoptiks [Injil-Injil] dan dalam buku Kisah sebagai suatu kekuatan atau kuasa ilahi. Tetapi dalam beberapa nats[,] penulis-penulis [teks-teks] kudus memberikan kesan yang jelas bahwa bagi mereka Ia adalah seseorang yang berbeda dari Bapa dan Anak dengan keberadaan pribadi yang dibedakan. Dalam Sinoptik dan Kisah[,] ada jejak-jejak pola tiga serangkai dari Bapa. Putra, dan Roh Kudus. Ekspresi yang paling jelas dari pola ini ditemukan dalam rumus baptisan di mana Matius menyajikan ketiganya bersama sebagai sebuah tiga serangkai dan sebuah kesatuan.”

Jadi, sebenarnya Edmund percaya Tritunggal. Cara kutip Menara Pengawal mengesankan Edmund menolak Tritunggal. Jujurkah Menara Pengawal?

Ketidakjujuran dalam “Haruskah Anda Percaya kepada Tritunggal” > James Hastings (II)



Pada halaman yang sama juga dijelaskan (setelah yang dikutip Menara Pengawal):

“Apa yang menjadikan ciri khas doktrin Tritunggal Kekristenan adalah hubungannya yang dekat dengan pandangan khas akan inkarnasi ilahi. Dalam agama dan filosifi religious lain kita menemukan ide inkarnasi ilahi, tetapi mungkin diklaim bahwa tidak pernah ditemukan persatuan Allah dan manusia dengan begitu konkret dan definit, dan begitu universal….. Augustine mengatakan, “ jika dalam kitab-kitab Plato ditemukan “pada mulanya adalah Firman, “ di sana tidak ada “dan Firman itu menjadi manusia dan diam di antara kita…. Iman Kristen dalam inkarnasi Firman ilahi dalam manusia Kristus Yesus, dan kepadanya orang percaya bersatu melalui persekutuan Roh Kudus, membangun dasar yang khas akan doktrin Tritunggal Kristen.”

Jadi sumber ini tidak menuduh Tritunggal itu kafir. Tetapi dengan cara kutip Menara Pengawal, dikesankan sumber ini mengatakan demikian


Selasa, 15 Juni 2010

Ketidakjujuran dalam “Haruskah Anda Percaya kepada Tritunggal” - Dictionary of Religious Knowledge



Penulis dari “Dictionary of Religious Knowledge” adalah Lyman Abbott.
“Trinity is a very marked feature in Hindooism, and is discernible in Persian, Egyptian, Roman, Japanese, Indian and the most ancient Grecian mythologies.”—Religious Dictionary, Abbott. (*** w53 1/1 p. 24 The Scriptures, Reason and the Trinity ***)

"Abbott, Lyman: His theological position is that of a Congregationalist of the Liberal Evangelical type." (The New Schaff-Herzog Encyclopedia, Abbott, Lyman, Vol 1, p7)
Abbot adalah seorang Kristen Liberal.
Ia pun pernah mengatakan bahwa baptisan dan penyembahan gerejawi tidak penting.
Lagi, Menara Pengawal menggunakan perkataan dari seorang yang tidak tunduk Alkitab untuk menyatakan Tritunggal salah.



Ketidakjujuran dalam “Haruskah Anda Percaya kepada Tritunggal” - Dictionary of Religious Knowledge

Senin, 14 Juni 2010

Ketidakjujuran dalam “Haruskah Anda Percaya kepada Tritunggal” - Arthur Weigall


Weigall bukanlah seorang Kristen. Dalam bukunya, “Paganism in Our Christianity,” ia tak hanya menuduh Tritunggal adalah ajaran kafir. Tetapi hampir keseluruan Kekristenan dituduhkan kafir.
Ajaran tentang Yesus dan kedua belas murid dituduh berasal dari ajaran seorang dewa matahari, yang bernama Joshua, yang disertai kedua belas muridnya: dua belas lambang zodiak.
Mengapa Menara Pengawal gemar menggunakan kutipan orang yang tidak percaya Alkitab untuk menentang Tritunggal? Mengapa tidak menggunakan kutipan orang yang percaya Alkitab?

Ketidakjujuran dalam “Haruskah Anda Percaya kepada Tritunggal” - Will Durant

Sama seperti biasanya. Orang yang dikutip Menara Pengawal juga mengatan bukan hanya Tritunggal yang berasal dari kekafiran (Mesir), tetapi ajaran-ajaran Kristen lain, seperti “penghakiman terakhir”, “hukuman atau hadiah kekekalan pribadi” juga berasal dari ajaran kafir.
Apakah menurut Menara Pengawal, ajaran tentang “Hari Penghakiman Terakhir” adalah ajaran kafir?

Ketidakjujuran dalam “Haruskah Anda Percaya kepada Tritunggal” - Siegfried Morenz

Perhatikan kalimat setelah kalimat yang dikutip Menara Pengawal: “Dengan cara ini kekuatan rohani dari agama Mesir memperlihatkan hubungan yang langsung dengan teologi Kristen. Untuk menghindari kesalahan pemahaman yang besar, kita harus setidaknya menekankan bahwa substansi Tritunggal Kristen adalah tentu Alkitabiah: Bapa, Anak, dan Roh Kudus.”
Catatan: walaupun ia mengakui tiga pribadi dalam Tritunggal, tetapi ia juga mengatakan bahwa poin untuk konsep Tritunggal masih kurang jelas.


Tahukah Saudara/i bahwa Morenz adalah seorang penghujat Kekristenan?
Ia mengatakan bahwa “kematian kedua” dan “ mahkota kehidupan” berasal dari ajaran Mesir kuno. Apakah Menara Pengawal mempercayai hal yang sama dengan Morenz?



Ketidakjujuran dalam “Haruskah Anda Percaya kepada Tritunggal” - E. Washburn Hopkins


Inilah kutipan yang lebih lengkap: "The beginning of the doctrine of the Trinity appears already in John " (c. 100). To Jesus and Paul the doctrine of the trinity was apparently unknown“

Jadi
walaupun Hopkins percaya ajaran Tritunggal tidak diketahui Yesus dan Paulus, tetapi Hopkins percaya bahwa Injil Yohanes mengajarkannya.
Sebentar…. Bagaimana Hopkins dapat percaya kedua hal yang saling bertentangan seperti ini? Siapakah sebenarnya Hopkins ini? Apakah ia adalah seorang yang percaya dan tunduk pada kebenaran Alkitab?

Hopkins ternyata bukanlah seorang yang percaya Alkitab. Malahan ia adalah seorang penghujat Kekristenan.
Berikut adalah sumber yang dikutip oleh Menara Pengawal. Daerah yang berwarna ungu adalah yang dikutip oleh Menara Pengawal dan daerah yang berwarna merah (tepat satu halaman sebelum yang dikutip Lembaga) adalah fakta yang menarik tentang apa yang sebenarnya dituduhkan Hopkins kepada Kekristenan.
Ia percaya bahwa baptisan, puasa, penyucian, harapan akan kekalan dan kebangkitan, penyembuhan oleh mujizat, mengubah air menjadi anggur, berasal dari kepercayaan pra-Kekristenan (yang berarti kekafiran).
Apakah Menara Pengawal juga percaya hal-hal yang dipercayai Hopkin?

Ketidakjujuran dalam “Haruskah Anda Percaya kepada Tritunggal” - Rylands Bulletin (I)

Ini adalah bukti cara pengutipan yang tidak jujur:

Perhatikan bagian yang dipotong, “bahwa Yesus . . . jelas tidak”. Apakah yang sedang dipotong pada kutipan tersebut?

"the fact has to be faced that New Testament research over, say, the last thirty or forty years has been leading an increasing number of reputable New Testament scholars to the conclusion that Jesus
himself may not have claimed any of the Christological titles which the Gospels ascribe to him, not even the functional designation 'Christ', and certainly never believed himself to be God." (Bulletin of The John Rylands Library, Vol 50, (1967-68) p 247-261, "Jesus As 'Theos' In The New Testament", by G. H. Boobyer)

Lengkapnya, kutipan tersebut mengatakan, ” “Faktanya harus dihadapi bahwa penelitian Perjanjian Baru selama kira-kira tiga puluh atau empat puluh tahun belakangan ini telah menuntun semakin banyak sarjana Perjanjian Baru yang bereputasi kepada kesimpulan bahwa Yesus sendiri mungkin tidak pernah mengklaim gelar Kristoligikal seperti yang diberikan Kitab-kitab Injil kepadanya, bahkan juga tidak pernah mengklaimposisi fungsional ‘Kristus’, dan dengan pasti tidak pernah menganggap dirinya sendiri Allah.”

Jadi, Bulletin ini bukan hanya menyangkal Yesus adalah Allah, tetapi juga menyangkal bahwa Yesus adalah Mesias/ Kristus. Apakah Saksi juga menyangkal bahwa Yesus adalah Mesias?